Nama : Wuri
Dwi Susanti
NIM : 18101302
PENGERTIAN
SAHAM
Pengertian Saham adalah dokumen berharga yang menunjukkan bagian
kepemilikan atas suatu perusahaan. Dengan kata lain, ketika seseorang membeli
saham maka orang tersebut telah membeli sebagian kepemilikan atas perusahaan
tersebut.
Pengertian
Saham Menurut Para Ahli
1. Sapto Raharjo, pengertian saham adalah suatu surat berharga yang
merupakan instrumen bukti kepemilikan atau penyertaan dari individu atau instansi
dalam suatu perusahaan.
2. Swadidji Widoatmodjo, pengertian saham adalah surat berharga yang
dikeluarkan oleh sebuah perusahaan yang berbentuk Perseroan terbatas atau yang
disebut emiten.
JENIS - JENIS
SAHAM
a)
Jenis saham dari segi kemampuan dalam hak tagih dan
klaim:
1.
Saham Biasa (Common Stock).
Definisi saham biasa adalah saham yang dapat diklaim berdasarkan profit
dan loss yang terjadi pada suatu perusahaan. Jika dilakukan likuidasi,
maka pemegang saham biasa akan menjadi prioritas terakhir dalam pembagian
dividen dari penjualan aset perusahaan. Ciri-ciri saham biasa adalah sebagai
berikut:
·
Pemegang saham memiliki hak suara dalam memilih dewan
komisaris.
·
Hak pemegang saham didahulukan ketika perusahaan
menerbitkan saham baru.
·
Pemegang saham memiliki tanggungjawab terbatas, yaitu
sebesar saham yang dimiliki.
2.
Saham Preferen (Preferred Stock)
Pengertian saham preferan adalah saham dimana pembagian labanya tetap, dan
ketika perusahaan mengalami kerugian maka pemegang saham preferen akan
diberikan prioritas utama dalam bagi hasil penjualan aset. Saham preferen
memiliki kesamaan dengan obligasi, yaitu adanya klaim atas laba dan aktiva
sebelumnya, dividen tetap selama masa berlaku dari saham, dan memiliki hak
tebus, serta dapat ditukar (convertibel) dengan saham biasa. Ciri-ciri saham
preferen adalah sebagai berikut:
· Terdapat beberapa tingkatan yang dapat diterbitkan
dengan karakteristik yang berbeda.
· Terdapat
tagihan terhadap pendapatan dan aktiva, serta mendapat prioritas tinggi dalam
pembagian dividen.
· Saham preferen
dapat ditukar menjadi saham biasa melalui kesepakatan antara perusahaan dengan
pemegang saham.
b)
Jenis Saham dari Segi Cara Peralihannya
1.
Saham Atas Unjuk (Bearer Stocks)
Secara fisik, pada saham tersebut tidak tertulis nama pemiliknya. Hal ini
bertujuan agar mudah dipindahtangankan dari satu investor satu ke investor
lainnya. Banyak investor yang memiliki saham ini dengan tujuan memang untuk
diperjualbelikan. Investor tidak perlu khawatir karena secara hukum, siapa yang
memegang saham tersebut, maka dialah diakui sebagai pemiliknya dan berhak untuk
ikut hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
2.
Saham Atas Nama (Registered Stocks)
Kebalikan dari saham atas unjuk, pada saham atas nama pemegang saham
tertulis jelas namanya di dalam kertas saham dan cara peralihannya pun juga
harus melalui prosedur tertentu.
c)
Jenis Saham dari Segi Kinerja Perdagangan
1. Blue Chip Stocks Jenis saham ini banyak diburu investor karena berasal dari perusahaan yang
memiliki reputasi tinggi, sebagai petinggi di industrinya, dan memiliki
pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.
2. Income Stocks Jenis saham
ini juga mempunyai keunggulan dalam hal kemampuan membayar dividen lebih tinggi
dari rata-rata dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya. Kemampuan
menciptakan pendapatan yang lebih tinggi dan secara teratur membagikan dividen
tunai menjadi daya tarik tersediri bagi investor.
3. Growth Stocks Mirip dengan
blue chip, saham jenis ini memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi, sebagai
petinggi di industri sejenis dan dikenal sebagai perusahaan yang mempunyai
reputasi tinggi.
4. Speculative Stocks Investor dengan
profil resiko high risk, bisa mencoba jenis saham ini. Saham ini berpotensi
menghasilkan laba tinggi di masa depan, namun tidak bisa secara konsisten
memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun.
5. Counter Cyclical Stocks Jenis saham
ini paling stabil saat kondisi ekonomi bergejolak karena tidak terpengaruh oleh
kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum. Ilustrasinya jika
terjadi resesi ekonomi, maka harga saham ini tetap tinggi, di mana emitennya
mampu memberikan dividen yang tinggi. Hal ini bisa terjadi sebagai akibat dari
kemampuan emiten dalam memperoleh penghasilan yang tinggi pada masa resesi.
TIGA JENIS
PENILAIAN SAHAM
a. Nilai buku
Nilai buku ialah nilai asset yang tersisa setelah dikurangi kewajiban
perusahaan jika dibagikan. Nilai buku hanya mencerminkan berapa besar jaminan
atau seberapa besar aktiva bersih untuk saham yang dimiliki investor.
Beberapa nilai yang berkaitan dengan nilai buku (Hartono, 2000: 80-82):
·
Nilai nominal, ialah nilai yang ditetapkan oleh
emiten.
· Agio saham, ialah selisih harga yang diperoleh dari
yang dibayarkan investor kepada emiten dikurangi harga nominalnya.
· Nilai modal
disetor, ialah total yang dibayar oleh pemegang saham kepada perusahaan emiten,
yaitu jumlah nilai nominal ditambah agio saham.
· Laba ditahan, ialah laba yang tidak dibagikan kepada pemegang saham dan diinvestasikan kembali ke perusahaan dan merupakan sumber dana internal.
· Laba ditahan, ialah laba yang tidak dibagikan kepada pemegang saham dan diinvestasikan kembali ke perusahaan dan merupakan sumber dana internal.
b. Nilai pasar
Nilai pasar merupakan harga yang dibentuk oleh permintaan dan penawaran
saham di pasar modal atau disebut juga dengan harga pasar sekunder. Nilai pasar
tidak lagi dipengaruhi oleh emiten atau pihak pinjaman emisi, sehingga boleh
jadi harga inilah yang sebenarnya mewakili nilai suatu perusahaan.
c.
Nilai intrinsik
Nilai intrinsik adalah nilai saham yang menentukan harga wajar suatu saham
agar saham tersebut mencerminkan nilai saham yang sebenarnya sehingga tidak
terlalu mahal. Perhitungan nilai intrinsik ini adalah mencari nilai sekarang
dari semua aliran kas di masa mendatang baik yang berasal dari dividen maupun
capital gain (Sulistyastuti, 2002).
MANFAAT SAHAM
Salah satu manfaat utama dari saham adalah dapat digunakan sebagai
instrumen investasi, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Mereka yang
memanfaatkan saham sebagai investasi jangka panjang, dimana mereka rutin
membeli saham atau menabung saham. Jadi, ada dua keuntungan yang bisa diperoleh
oleh investor saham, yaitu;
· Capital Gain, yaitu
keuntungan yang diperoleh dari selisih harga jual saham yang lebih tinggi dari
harga belinya. Setiap investor saham mendapatkan keuntungan sesuai dengan
besarnya saham yang dimiliki.
· Dividen, yaitu
keuntungan yang diperoleh dari pembagian dividen tunai suatu emiten. Ini merupakan pendapatan tambahan
yang diperoleh oleh investor bila membeli saham dari emiten yang memiliki
kinerja pendapatan yang bagus.
RISIKO INVESTASI SAHAM
1.
Risiko Likuidasi
ini terjadi
ketika emiten bangkrut atau likuidasi dimana para pemegang saham memiliki hak
klaim terakhir terhadap aktiva perusahaan setelah kewajiban emiten tersebut
dibayar. Bahkan para pemegang saham bisa saja tidak mendapatkan apapun ketika
aktiva tidak tersisa setelah emiten membayar kewajibannya.
2.
Tidak Ada Pembagian Dividen
Risiko ini
terjadi ketika emiten menggunakan keuntungan perusahaan untuk melakukan
ekspansi usahanya sehingga memutuskan tidak membagikan dividen kepada pemegang
saham.
3.
Investor Kehilangan Modal
Risiko ini
terjadi ketika harga beli saham ternyata lebih besar ketimbang harga jualnya
sehingga pemegang saham kehilangan modalnya (capital loss).
4.
Saham Delisting dari Bursa
Ada beberapa alasan yang menyebabkan saham dihapus dari pencatatan bursa
sehingga saham tersebut tidak bisa diperdagangkan. Tentu saja hal ini akan
membuat emiten dan para pemegang saham merugi.
Komentar
Posting Komentar